Monday, August 29, 2016

Fuji X-T2 Bidik Fotografer Pro

kamera Fotografer Profesional
Jakarta - Ada satu perbedaan utama pada kamera Fujifilm seri X-T jika dibandingkan dengan kamera lainnya, yaitu peruntukannya untuk kalangan profesional.

Hal ini bisa dilihat dari segi bentuk, kamera Fujifilm seri X-T memang punya perbedaan yang mencolok, yaitu keberadaan tonjolan pada bagian atas kamera tempat tersimpannya viewfinder.

Sementara kamera Fuji lainnya mempunyai bentuk layaknya kamera rangefinder, yang tak mempunyai tonjolan tersebut. Juga bodi yang hanya dilengkapi grip seadanya, sementara seri X-T punya grip cukup besar yang lebih nyaman digenggam.

Hal ini terkait dengan pasar yang diincar Fuji dengan kamera seri X-T, yaitu pengguna profesional. "Kami memang menyasar para profesional yang biasa memakai DSLR dengan X-T2, supaya mereka mau beralih ke Fujifilm," ujar Wawan Setiawan, Electronics Imaging Sales Manager Fujifilm Indonesia.

Lebih lanjut, Wawan yang ditemui detikINET di sela-sela perjalanan berkeliling Pulau Komodo menjelaskan kalau hal inilah yang menjadi perbedaan utama dari kamera seri X-Pro dengan X-T, keduanya adalah kamera flagship Fujifilm.

Fuji sendiri dalam waktu dekat akan melepas X-T2 ke pasaran, yang merupakan penerus dari X-T1. Perjalanan ke Pulau Komodo dengan tajuk Xpedition X-T2 ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi sejumlah fotografer profesional untuk menguji kamera anyar tersebut.

X-Pro menurut Wawan lebih dikhususkan untuk penyuka fotografi jalanan, alias street photography karena bentuknya yang lebih low profile. "Nah, kalau X-T2 ini lebih sesuai untuk profesional, misalnya dipakai wedding photography, membuat company profile, atau fotografi komersil," tambahnya.

Dibanding dengan X-T1, banyak perubahan yang dilakukan oleh perusahaan asal Jepang itu di X-T2. Dari segi jeroan, X-T2 menggunakan sensor serupa dengan X-Pro 2, yaitu X-Trans CMOS III APS-C dengan resolusi 24,3 megapixel.

Sensor ini ditemani dengan prosesor X anyar yang diklaim bisa menghasilkan autofokus yang lebih gegas dan tepat dengan 325 titik autofokus, karena menggunakan algoritma yang lebih pintar.

Lalu ada juga perbaikan-perbaikan kecil yang dilakukan perusahaan asal Jepang itu. Seperti tombol putar yang lebih tebal, agar lebih mudah diputar. Yang tujuan akhirnya adalah meningkatkan kenyamanan saat menggunakan X-T2.

X-T2 pun kini bisa merekam video 4K dengan frame rate 24, 25 maupun 30 fps. Sementara video 1080p-nya bisa merekam dengan frame rate maksimal 60 fps. Sayangnya Fuji membatasi durasi video pada resolusi 4K, hanya 10 menit, dan 15 menit pada resolusi 1080p.

Bodi kamera ini juga masih weather resistant, dengan EVF berpanel OLED dan layar 3 inch yang bisa diputar. ISO maksimalnya pun ditingkatkan menjadi 21.600 dari 6.400 pada X-T1. (asj/ash)

Bagikan

Jangan lewatkan

Fuji X-T2 Bidik Fotografer Pro
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.